[Epub] ➛ Lebaran di Karet di Karet... ➜ Umar Kayam – Horse-zine.co.uk

Lebaran di Karet di Karet... summary Lebaran di Karet di Karet..., series Lebaran di Karet di Karet..., book Lebaran di Karet di Karet..., pdf Lebaran di Karet di Karet..., Lebaran di Karet di Karet... d83c2fe411 Kumpulan Cerpen Umar Kayam Terakhir, Lebaran Di Karet, Di Karet Yang Terbit Setelah Umar Kayam Meninggal MemuatCerpenDariCerpen Itu Pernah Diterbitkan Dalam Kumpulan Cerpen Umar Kayam, Parta Krama Yayasan Untuk Indonesia,DariCerpen Yang Ditambahkan Menjelang Lebaran , Lebaran Ini, Saya Harus Pulang , Lebaran Di Karet, Di Karet , Sardi , Dan There Goes Tatum , Satu Cerpen Pernah Dimuat Dalam Kumpulan Cerpen Sri Sumarah, Yaitu There Goes TatumDaftar CerpenKe Solo, Ke Njati Ziarah Lebaran Menjelang Lebaran Lebaran Ini, Saya Harus Pulang Marti Mbok Jah Lebaran Di Karet, Di KaretSardi There Goes TatumSphinx Raja Midas Parta Krama Drs Citraksi Drs Citraksa


10 thoughts on “Lebaran di Karet di Karet...

  1. says:

    buku ini mengingatkan di antara keterbatasan, masih ada keterbatasan yang lebih terbatas lagi saya jadi ingat isa almasih saat harus memanggul salib itu ajari saya, dong.umar kayam dalam 13 cerita pendeknya ini kental sekali dengan unsur realisme seperti dalam buku buku fiksi umar kayam yang lain para priyayi yang legendaris itu atau pada seribu kunang kunang di manhattan dan sri sumarah dan bawuk cerita sepele yang hampir kita lupakan bagi umar kayam menjadi titik temu proses kreatif seorang jawa udik yang begitu takjub dengan pemandangan kota manhattan, kisah cinta yang begitu saja terjadi di kedai kopi, diubah umar kayam menjadi cerita yang menyentuh gelar professor antropologi bisa jadi menjadi senjata bagi umat kayam untuk mengolah cerita sehingga realisme yang ditampilkan umar kayam bukanlah realisme borjuis ataupun realisme sosialis tetapi lebih bersifat kultural.saya menikmati membaca umar kayam mungkin karena ada sentuhan kultural jawa yang begitu kental jika ada yang disayangkan saat saya membaca umar kayam adalah suasana hati saya yang cenderung sentimental keterbatasan yang selalu menjadi cerita umar kayam seperti menggelayuti saya sehari hari ya saya juga mempunyai keterbatasan keterbatasan itu orang butuh hidup untuk hidup pun saya jika ternyata hidup tidak mau berkompromi dengan keterbatasan hanya hampa kosong yang tersisa tapi saya tetap harus berprasangka baik dengan hidup semoga dia baik baik saja di sana ilaika mustaka ya alloh ilaika mustaka wa antal musta an ya alloh wa antal musta an semoga.ps terimakasih buat roos atas pinjaman bukunya maaf belum dikembalikan.


  2. says:

    Sambil ngedit naskah novel baru, selesai baca Ziarah Lebaran , kumpulan cerpen Umar Kayam.Cerpen cerpen Umar Kayam selalu bersuara dari sudut pandang rakyat bawah, atau perkara rumahan yang sangat mendasar Hampir seluruh cerpen dalam Ziarah Lebaran berkisah tentang problematika rakyat bawah dan atas dalam menghadapi hari besar umat Islam itu tak bisa pulang kampung karena tak ada uang, pembantu yang berat meninggalkan majikan sendirian, orang kaya yang rumah besarnya terasa sepi karena anak anaknya tak ada yang pulang lebaran, dan seterusnya.Kisah kisah masalah menjelang dan pada saat lebaran yang diangkat Umar Kayam dalam bukunya Ziarah Lebaran membuat saya mengingat rumah dan kampung halaman saya sendiri Sekaligus mengingatkan saya akan status saya yang sebagai anak rantau, setahun sekali mengusahakan untuk pulang ke rumah menemui keluarga saat lebaran.Membaca cerpen cerpen Umar Kayam di bukunya yang ini, saya tiba tiba menerawang, apakah kelak saat saya tua saya akan jadi lelaki yang kesepian di rumah sebab anak anak saya yang sudah berkeluarga tak ada yang bisa pulang saat lebaran Ziarah Lebaran oleh Umar Kayam, 4 dari 5 bintang.


  3. says:

    suka cerpen cerpen realismenya


  4. says:

    Sebagai seorang yang tidak pernah mudik dan selalu merayakan hari raya dengan keluarga besar saya tentunya tidak pernah merasakan perjuangan untuk bisa mudik ke kampung halaman, namun dengan deskripsi yang jelas dan sederhana dari Umar Kayam, saya bisa membayangkan bahwa berkumpul dengan keluarga di hari raya adalah sesuatu yang sangat berharga dan harus disyukuri Bisa jadi lebaran esok, kita tidak dapat merasakan kenikmatan yang dirasakan kini.


  5. says:

    Ah, Umar Kayam Aku sedang kongkow di kafe yang ada perpustakaannya Iseng iseng kucari buku dan melihat kumpulan cerpen ini Wah, asik nih Sebenarnya aku penasaran dengan cerpen Kunang Kunang di Manhattan nya Kukira ada di dalam buku ini Ternyata tidak, tapi toh cerita ceritanya dalam buku ini juga menggugah 3I love this book


  6. says:

    kalau ga salah, dua tahun sebelum meninggal, Umar Kayam menullis cerpen Lebaran di Karet, di Karet Isinya tentang kesepian, hari raya, dan kematian Hmm, atau mungkin dia punya firasat kalo ini bakal jd karya terakhirnya Yg jelas baca ini bikin gw merinding,cuy


  7. says:

    Menurutku biasa aja.


  8. says:

    this great book


  9. says:

    sampulnya keren bikin inget film Autumn in New York selain isinya yang konon ada unsur prophetik dari penulisnya D


  10. says:

    bahasanya sederhana, ringan tapi banyak makna


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *